SUMENEP, MaduraPost - Sebanyak 8 ribu ton garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menumpuk dan belum terserap. Hal ini akan berdampak buruk bagi petani garam, ditambah dengan adanya rencana pemerintah untuk mengimpor garam sebanyak 3 juta ton di tahun 2021 ini.

Diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, pemerintah telah memutuskan kuota impor garam sebanyak 3 juta ton tahun ini. Kuota tersebut lebih tinggi dari impor garam pada tahun 2020 yakni 2,9 juta ton.

Hal itu diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) para menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta melibatkan Menteri Perdagangan Muhammad, Lutfi, dan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Dalam rakortas impor diputuskan 3 juta ton," kata Trenggono, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (18/3/2021) kemarin.

Rencana impor garam 3 juta ton oleh pemerintah itu memang tidak menampik dan melihat kondisi petani garam di bawah. Seolah, kebijakan tersebut nampaknya harus dikaji ulang. Sebab, hingga saat ini sebanyak 8 ribu ton garam rakyat alias stok garam masih menumpuk di Kabupaten Sumenep.