Melihat kedua temannya terbawa arus ombak, kelima teman Hafif dan Lipi memilih pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga serta masyarakat sekitar. Sebab cuaca buruk dan tidak memungkinkan melakukan pencarian kedua korban, Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimka), dibantu Badan SAR Nasional (Basarnas) Sumenep dan Jatim, polisi, satu regu taruna siaga bencan (Tagana), dan warga setempat melanjutkan pencarian pada keesokan harinya.
Lanjut, dua hari tim pencari menyisir perairan Giligenting, tepat pada hari Selasa (12/1/2021), sekitar pukul 07.00 WIB, pencarian hari kedua korban itu menemukan titik terang. Pasalnya, pada pukul 06.00 WIB sebelum berlanjut melakukan evakuasi pencarian kedua korban, kepolisian sektor (Polsek) Prenduan mendapatkan info dari Polsek Giligenting bahwa ada sesosok mayat mengambang di perairan sebelah selatan Pulau Giliraja.
"Dari info itu, Polsek Prenduan langsung memberitahukan kepada pihak keluarga dan Basarnas dan langsung berangkat ke lokasi," berikut keterangan Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti, dalam rilisnya, Rabu (13/1).
Benar saja, sekitar jarak 2 mil dari perairan Giliraja, Lipi ditemukan pertama kali oleh tim Basarnas dalam keadaan mengambang kondisi meninggal dunia. Tim Basarnas dibantu warga kemudian langsung mengangkat korban ke atas perahu.