Bahkan, dirinya merasa kaget apabila perlombaan sapi Madura itu tetap saja dilangsungkan oleh salah satu paguyuban.
"Atas info itu, kami langsung bergegas untuk membubarkan acara tersebut," jelasnya.
Kendati begitu, pihaknya menilai jika seharusnya Dinas terkait telah memberikan arahan agar acara yang dirasa mengundang kerumunan tidak dilaksanakan dulu.
"Mengingat Sumenep masih zona oranye, andaikan zona kuning tidak apa-apa. Tapi tetap mematuhi Prokes. Tadi juga sempat ada yang komplain kenapa Kabupaten lain bisa melaksanakan karapan sapi. Saya bilang, suruh berlomba di Kabupaten lain saja" paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disparbudpora Sumenep, Bambang Irianto, enggan berkomentar banyak tentang insiden yang sempat di share di media sosial seperti Facebook.