Sebagai langkah pendukung, pemerintah daerah juga akan membentuk posko dan satuan tugas khusus yang mulai bekerja sejak H-7 hingga H+7 Idulfitri.

"Tim ini bertugas mengantisipasi dan menangani potensi penumpukan sampah, terutama di titik-titik rawan selama arus mudik dan arus bali," tuturnya.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi sampah dari kemasan hantaran Lebaran dengan memilih bahan yang dapat digunakan kembali, serta menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan styrofoam.

Warga juga diminta lebih bijak dalam mengelola konsumsi, termasuk dalam membeli dan menyimpan makanan, agar tidak menghasilkan sampah berlebihan.