Forum Anak bukan sekadar pelengkap. Mereka kami libatkan dalam Musrenbang, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga persiapan evaluasi. Anak harus didengar dan dilibatkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Rahman mengakui sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait akses layanan dasar di wilayah kepulauan dan pemerataan fasilitas ramah anak di seluruh kecamatan.

“Karakteristik geografis Sumenep yang terdiri dari daratan dan kepulauan menuntut inovasi pelayanan. Kami terus berupaya memastikan anak-anak di wilayah kepulauan mendapatkan layanan yang setara,” ungkapnya.

Sejumlah langkah strategis disebut telah dilakukan, antara lain pembaruan surat keputusan Gugus Tugas KLA, penguatan data terpilah anak, pengembangan Desa Ramah Anak, optimalisasi layanan UPTD PPA, serta edukasi pencegahan perkawinan anak secara lintas sektor.