Selama tiga hari, 24–26 Februari 2026, sebanyak 35 OPD dan instansi sektoral mengikuti desk evaluasi bersama fasilitator nasional KLA.

Selain itu, turut terlibat 15 lembaga masyarakat, 15 unsur dunia usaha, dan 50 Satuan Pendidikan Ramah Anak.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Rahman Riadi mengatakan, bahwa evaluasi KLA harus dipahami sebagai upaya menghadirkan kebijakan yang sungguh-sungguh berpihak pada anak.

“Evaluasi Kabupaten Layak Anak bukan hanya tentang peringkat atau penghargaan, tetapi tentang sejauh mana kita benar-benar menghadirkan kebijakan dan layanan yang berpihak kepada anak,” ujar Rahman dalam sambutannya, Selasa (24/2).