Sindiran tentang wartawan bodrex sebenarnya bukan untuk menertawakan. Itu alarm kecil yang terus berbunyi. Mengingatkan bahwa profesi ini selalu berjalan di garis tipis antara idealisme dan godaan. Antara pena dan amplop. Antara fakta dan fasilitas.
Di Hari Pers Nasional ini, mungkin tidak semua wartawan perlu dipuji. Tapi mereka yang masih menjaga jarak dari amplop, menjaga kata dari pesanan, dan menjaga hati dari harga, mereka layak dihormati.
Karena di negeri yang sering ribut oleh opini, masih ada orang-orang yang diam-diam memilih setia pada fakta.
Dan selama masih ada yang menulis dengan hati yang bersih, pers belum mati. Ia hanya sedang lelah.***
Oleh: Penulis Lepas