Pers yang sehat bukan hanya tentang kebebasan berbicara, tetapi juga kebebasan untuk menolak amplop. Kebebasan untuk pulang dengan kantong kosong tapi kepala tegak. Kebebasan untuk tetap miskin secara materi, tapi tidak bangkrut secara harga diri.
Hari Pers Nasional sering diisi ucapan selamat, seminar, spanduk, dan foto bersama. Semua rapi, semua formal. Tapi di luar ruangan acara, di jalanan yang panas dan kadang tidak ramah, ada wartawan yang tetap mengejar berita tanpa kartu VIP, tanpa ruang khusus, tanpa makan siang gratis.
Mereka tidak butuh tepuk tangan panjang. Mereka hanya butuh satu hal sederhana, kepercayaan publik yang tidak retak.
Dan kepercayaan itu mahal. Sangat mahal. Sekali pecah, sulit disusun kembali, bahkan dengan lem paling kuat sekalipun.