Dadang juga mengaku baru pertama kali menerima laporan terkait klaim limit pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar seperti yang dialami Wildan.
“Ini informasi baru bagi kami. Kasus seperti ini baru pertama kali saya dengar. Karena itu, kami akan konfirmasi terlebih dahulu ke pihak Pertamina,” ujarnya.
Baca Juga:Nahas, Baju Terlilit Rantai Saat Mengendarai Motor, Dua Warga Batu Kerbuy Alami Luka Parah
Ia menegaskan, klaim pembelian BBM subsidi hingga Rp800 ribu dalam satu hari, sementara konsumen hanya melakukan pengisian Rp100 ribu, merupakan kondisi yang tidak wajar dan perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Kalau faktanya hanya beli Rp100 ribu, lalu limitnya sudah dianggap Rp800 ribu, itu jelas tidak wajar,” pungkasnya.***