Merasa khawatir persediaan BBM tidak mencukupi, ia kemudian berniat mengisi ulang BBM subsidi sebesar Rp150 ribu di SPBU Kecamatan Blumbungan.

Namun, niat tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Saat hendak melakukan pengisian, petugas SPBU menyampaikan bahwa jatah pembelian BBM subsidi kendaraan miliknya telah mencapai angka Rp800 ribu.

“Petugas bilang limit BBM subsidi saya sudah terpakai Rp800 ribu. Padahal seharian itu saya cuma sekali isi di Lenteng. Mau isi Rp150 ribu tidak bisa, katanya hanya boleh Rp100 ribu lagi,” ungkapnya.

Wildan pun mempertanyakan klaim tersebut. Pasalnya, kendaraan yang ia gunakan merupakan mobil jenis Honda Jazz, yang menurutnya tidak mungkin menghabiskan BBM subsidi hingga ratusan ribu rupiah dalam satu hari.