Rekonstruksi memperagakan momen krusial saat Musahwan, salah satu terdakwa, terlibat kontak fisik dengan Sahwito, ODGJ yang mengamuk di acara resepsi. Dalam peragaan itu, Musahwan terlihat dipiting hingga akhirnya keduanya terjatuh bersamaan ke tanah.

Posisi tubuh Sahwito berada di bawah dalam keadaan telentang, sementara Musahwan berada di atasnya. Namun dari posisi tersebut, tangan kanan Sahwito justru mencengkeram leher Musahwan dengan kuat.

Musahwan tampak kesulitan bernapas dan tersengal-sengal hingga akhirnya Suud datang untuk melepaskan cekikan tersebut. Setelah cekikan terlepas, Sahwito masih menunjukkan perlawanan.

Dalam rekonstruksi lanjutan, Tolak Edy menjelaskan bahwa saat Sahwito berada dalam posisi tengkurap, ia berulang kali menghantamkan wajahnya ke tumpukan kerikil.