“Perhitungan kami, jembatan darurat membutuhkan anggaran sekitar Rp60 juta. Dengan pertimbangan itu, Bupati akhirnya memilih opsi pembangunan jembatan permanen,” kata Slamet.

Ia mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan permanen tersebut baru dapat direalisasikan pada 2026, dengan pendanaan yang bersumber dari pos Bantuan Tidak Terduga (BTT) dalam APBD.

Meski demikian, Slamet belum dapat memastikan kapan proses pembangunan akan dimulai secara teknis.

“Kepastiannya masih menunggu. Yang jelas anggaran baru tersedia di 2026 dan setelah itu baru bisa kami kerjakan,” ujarnya.