“Atlet jangan hanya mengandalkan otot. Mereka harus terbiasa membaca, menganalisis, memahami nutrisi, jam tidur, pola latihan, dan faktor limit tubuh mereka. Itu semua bagian dari profesionalisme atlet,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya aspek mental. Banyak atlet, katanya, tampil bagus pada babak awal namun drop pada fase berikutnya karena gangguan psikologis.
“Nervous, takut, kurang percaya diri, itu yang sering membuat atlet kehilangan power setelah tampil bagus di awal. Mental harus dibangun sama kuatnya dengan fisik,” tegasnya.
Asmoni menutup paparannya dengan penegasan bahwa Sumenep tidak boleh lagi hanya “bersiap”, melainkan harus bergerak dengan langkah konkret berdasarkan kajian dan analisis yang sudah jelas.