Ia menyoroti manajemen pembinaan yang dinilai belum berjalan sistematis. Menurutnya, program pembinaan selama ini kerap bersifat musiman dan baru digencarkan menjelang kejuaraan, padahal pembinaan harus dimulai jauh sebelum kompetisi berlangsung.
“Pembinaan ini jangan hanya muncul saat menjelang event. Latihan harus berlangsung kontinu sejak sekarang, bukan mendadak. Kalau sejak awal pembinaan berjalan terus-menerus, menjelang pertandingan kita tinggal fokus pada pematangan dan pemulihan,” ujar Asmoni.
Dia juga menyinggung kembali kasus hilangnya atlet-atlet terbaik ke kabupaten lain pada Porprov sebelumnya. Kejadian itu, menurutnya, tidak boleh terulang karena merusak proses pembibitan yang dibangun dari bawah.
“Kita pernah kehilangan atlet karena mereka direkrut kabupaten lain. Jangan sampai itu terjadi lagi pada 2027 dan seterusnya. Atlet yang mencapai performa puncak harus dipertahankan,” katanya.