SUMENEP, MaduraPost - Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">KPU Sumenep, Rahbini, dinilai telah berbohong dalam sebuah pernyataan tentang Penggantian Antarwaktu (PAW) Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ditengarai bermasalah.
Rekrutmen badan adhoc atau calon penyelenggara pada pemilihan umum yang diselenggarakan Sumenep" class="inline-tag-link">KPU Sumenep, Madura, Jawa Timur, nyata-nyata penuh dengan mafia.
Semula kabar ini dianggap sebagian orang sebagai bentuk protes karena tidak lolos seleksi. Namun, jika dilihat lebih lanjut ada beberapa kondisi yang nyaris hampir sama terjadi di berbagai daerah tak terkecuali di Kabupaten Sumenep.
Sebab, di Sumenep kabar ini sempat menyedot perhatian publik sejak rekrutmen PPK dan PPS untuk Pemilu 2024 lalu berlangsung.
Lantas bagaimana dengan rekrutmen badan adhoc untuk Pemilukada kali ini?