“Syariah, profesional, dan membumi,” begitu semboyan yang kerap ia ulang.
Perjalanan kariernya memperlihatkan konsistensi: menggabungkan visi bisnis dengan kepedulian sosial.
Fajar memahami, bank syariah daerah bukan hanya soal mencari laba, tetapi juga menjaga denyut ekonomi kecil agar tetap hidup.
Dengan gaya kepemimpinan tenang namun tegas, ia menjadikan Bhakti Sumekar sebagai penopang roda ekonomi masyarakat, sekaligus simbol bahwa syariah bisa tumbuh kokoh dari ujung timur Madura.***