SUMENEP, MaduraPost - Kepala Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Joni Junaidi, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah seorang perempuan bernama Nadia (21) melaporkannya ke Polsek Sapeken.

Laporan itu diterima polisi pada Kamis (14/8), dengan tuduhan penganiayaan.

Kejadian berawal sehari sebelumnya, Rabu (13/8). Saat itu, Nadia tengah membeli makanan bersama rekannya di sekitar area dermaga baru. Ia mengaku tiba-tiba ditampar oleh sang kepala desa.

“Beliau menanyakan kapan saya datang. Tapi tiba-tiba pipi saya ditempeleng. Karena itu saya memilih melaporkan perbuatan tersebut ke polisi,” ungkap Nadia saat diwawancarai sejumlah wartawan belum lama ini, Rabu (20/8).

Perempuan muda itu menegaskan, dirinya tidak mempunyai ikatan apa pun dengan Joni Junaidi. Namun ia menduga, cara berpenampilannya yang dianggap tidak sesuai dengan norma masyarakat setempat menjadi pemicu terjadinya peristiwa itu.