“Cuacanya gak menentu. Tiba-tiba panas, lalu hujan. Ini sangat berpengaruh pada tembakau, dan bukan cuma itu, tapi juga berdampak ke garam,” jelasnya.
Untuk meminimalkan risiko kerugian, Bupati Fauzi menegaskan, Dinas Pertanian sejak awal sudah memberikan panduan waktu tanam kepada para petani.
Ia mengingatkan pentingnya rekomendasi tersebut agar hasil panen tidak terganggu oleh kondisi alam yang sulit diprediksi.
“Kita selalu menyampaikan bahwa waktu tanam itu harus memperhatikan rekomendasi dari dinas. Karena kondisi ini tidak bisa ditebak, dan itu bisa memengaruhi hasil panen secara langsung,” tegasnya.