Menurutnya, pendampingan dari BBPMP Jatim memiliki peran vital dalam memastikan hal itu.
“Pendampingan ini membantu memperkuat sistem pelaksanaan program, mulai dari tahap perencanaan, distribusi, sampai evaluasi hasil di lapangan. Harapan kami, pelaksanaannya di sekolah dapat berjalan konsisten. Bila gizi anak terpenuhi, fokus belajar meningkat, dan prestasi ikut terdongkrak,” tambahnya memaparkan.
Program MBG sendiri dirancang untuk menunjang visi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan pemberian menu bergizi setiap hari di sekolah, program ini diharapkan dapat menekan angka stunting, memperkuat imunitas, dan menanamkan pola makan sehat sejak dini.
“Selain manfaat kesehatan, program ini juga punya efek pengganda bagi ekonomi lokal. Bahan pangan bisa diambil dari petani dan pelaku UMKM setempat sehingga roda perekonomian daerah ikut bergerak,” terangnya.