“Basket bukan hanya soal adu skor. Ini tentang strategi, kerja tim, ketepatan berpikir, dan kepemimpinan. Semua itu relevan dengan visi ISSITA dalam mencetak kader bangsa yang utuh dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
Soal tawaran mengajar dari UNIBA Madura, ia menyatakan bahwa itu merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan serius.
“Ketika sebuah perguruan tinggi mempercayakan saya tanpa proses seleksi, itu berarti tanggung jawab saya pun harus total. Bukan hanya mengajar, tapi membina karakter mahasiswa agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Naghfir.
Pihaknya berharap kemitraan antara ISSITA dan UNIBA Madura dapat menjadi contoh sinergi antara pemikiran visioner dan aksi nyata, untuk membangun Madura yang lebih berdaya dan Indonesia yang lebih bermartabat.***