Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut berangkat dari rekam jejak panjang Naghfir sebagai praktisi hukum Islam dan kenotariatan, serta kiprahnya yang konsisten membumikan pemikiran syariah melalui gerakan ISSITA di tengah masyarakat.

“Kontribusi beliau tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga dalam bentuk semangat, arah gerakan, dan legitimasi moral bagi pengembangan karakter mahasiswa UNIBA,” tutur Prof. Rachmad.

Menanggapi itu, Naghfir menyampaikan bahwa kehadiran logo ISSITA di jersey basket UNIBA adalah bentuk nyata keterlibatan organisasi dalam dunia pendidikan tinggi, bukan sekadar pencitraan simbolis.

ISSITA ingin hadir langsung di tengah-tengah generasi muda. Kami ingin membuktikan bahwa nilai-nilai syariah itu tidak eksklusif untuk ruang diskusi atau ceramah, tetapi bisa dihidupkan dalam aktivitas nyata, termasuk olahraga,” ujar Dr. Naghfir dalam wawancara pada Selasa (29/7).

Ia menambahkan bahwa dukungan ISSITA bukan hanya berbentuk dana, melainkan bagian dari pendekatan pembinaan yang holistik: spiritual, intelektual, sekaligus fisik.