SUMENEP, MaduraPost - Arif Mulizar, Government and Public Relations Pertamina, memaparkan strategi terbaru Pertamina dalam pengembangan energi terbarukan dengan menyoroti dua sektor utama, bisnis karbon dan pemanfaatan panas bumi (geothermal).
Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Perum LKBN ANTARA, bertempat di Hotel Royal Regantris Hospitality Surabaya, Rabu (307/2025).
Dalam sesi presentasi, Arif mengungkapkan bahwa Pertamina melalui dua anak usahanya, Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sedang mempercepat pengembangan energi bersih melalui skema perdagangan karbon serta pembangunan pembangkit listrik berbasis geothermal.
“Fokus kami tidak hanya pada suplai energi, tapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon. Salah satu cara yang kami tempuh adalah dengan memperkuat sistem perdagangan kredit karbon yang bersumber dari sektor panas bumi,” ujar Arif kepada peserta UKW, Rabu (30/7) sore.
Ia menyebutkan bahwa hingga penghujung tahun 2024, Pertamina telah mencatatkan perdagangan lebih dari 900 ribu ton karbon (CO₂e) melalui Bursa Karbon Indonesia.