“Kredit karbon itu bisa dijual, pembelinya adalah para pelaku industri penghasil emisi seperti industri pupuk atau sektor lain yang membutuhkan. Dana dari penjualan ini akan kami reinvestasikan untuk memperluas pengembangan energi terbarukan lainnya,” jelasnya.
Upaya ini tak hanya memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain penting di sektor energi, tetapi juga membuka peluang sumber pendapatan baru dari sektor karbon, yang selaras dengan arah transisi energi global menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Pemaparan Arif mendapatkan respons positif dari peserta UKW yang terdiri dari berbagai jurnalis media nasional.
Selain sebagai bagian dari ujian kompetensi, materi tersebut juga memberikan wawasan segar mengenai kebijakan energi nasional dan peran strategis BUMN, seperti Pertamina, dalam memastikan ketahanan energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.***