“Petani kita punya kemampuan untuk berkembang dan bersaing. Yang mereka butuhkan adalah dukungan berupa edukasi dan akses terhadap inovasi,” tambahnya.

Pemkab Sumenep, kata Chainur, juga menaruh perhatian besar pada pertanian berbasis teknologi. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), termasuk kualitas petani sebagai pelaku utama.

Pihaknya berharap, melalui sistem Machida, akan muncul kawasan-kawasan percontohan baru yang dapat menginspirasi daerah lain di Sumenep.

Jika sistem ini berhasil diterapkan secara luas, maka bukan hanya menjadi pembaruan teknis, melainkan simbol dari transformasi cara pandang petani terhadap pertanian modern.

Inovasi ini sekaligus mendukung cita-cita besar Kabupaten Sumenep untuk menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan utama yang berbasis teknologi dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.