Menurut Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, sistem ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan model pertanian masa depan yang lebih terstruktur, efisien, serta fokus pada hasil yang berkualitas. Pengenalan teknik ini juga menjadi motivasi bagi petani lokal untuk terus belajar dan berinovasi.
“Kita perlu membuka wawasan dan belajar dari negara-negara maju tentang bagaimana membangun sektor pertanian yang modern dan efisien,” ungkapnya, Senin (28/7).
Lebih lanjut, Chainur menegaskan bahwa penerapan sistem Machida mencerminkan semangat petani Sumenep yang terbuka terhadap teknologi baru.
Ia menyebut bahwa potensi petani lokal sangat besar, hanya saja membutuhkan akses terhadap informasi, pendampingan, serta teknologi yang relevan.