Dirinya juga menambahkan bahwa realisasi sumenep" class="inline-tag-link">PAD Sumenep dari tahun ke tahun masih stagnan, dengan kontribusi di bawah 15 persen terhadap total pendapatan daerah.
Padahal, menurutnya, banyak sektor yang belum terorganisir secara optimal seperti wisata, pengelolaan parkir, pemanfaatan pasar rakyat, hingga layanan berbasis digital.
"Penurunan transfer dana pusat harus jadi alarm untuk memperbaiki tata kelola pendapatan daerah. Dalam hal ini kami mendorong adanya forum terbuka antara eksekutif, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat sipil guna merumuskan strategi peningkatan PAD yang berkelanjutan," tegasnya.
Disamping itu ia juga mengingatkan bahwa penyesuaian APBD jangan sampai dilakukan sekadar secara teknokratis, melainkan harus tetap menjunjung prinsip keadilan anggaran.