Hosaini juga menekankan bahwa mereka tetap setia terhadap struktur partai di level pusat dan provinsi, termasuk kepada H. Slamet Junaedi atau Aba Idi selaku Koordinator Wilayah NasDem Jatim.
"Kami tetap patuh kepada Aba Idi. Bahkan beliau merestui gerakan kami ini," pungkas Hosaini.
Dengan berdirinya NasDem Korda Madura Raya, para kader menyatakan siap berjuang dan berkontribusi untuk kemajuan partai meski tanpa sokongan dari kepengurusan DPD yang resmi.
Mereka menyebut langkah ini sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem internal yang dianggap tidak sehat dan tidak menghormati loyalitas kader.
Ironisnya, sejak kisruh internal ini mencuat, Akis Jasuli justru memilih bungkam. Tidak ada pernyataan resmi maupun respons terhadap situasi yang terjadi.