BNNP Jatim menduga kuat bahwa peredaran narkoba ini menggunakan modus baru, melempar drum berisi sabu ke laut untuk kemudian diambil oleh pihak penerima di titik koordinat yang telah disepakati.

“Ini bukan sekadar temuan biasa. Ini menguatkan dugaan kami tentang modus pengiriman sabu via laut lepas. Drum dilempar, kurir menjemput,” jelas AKBP Damar.

“Kami sudah punya database jaringan yang kami curigai terlibat. Akan kami kembangkan terus," timpalnya lebih lanjut.

Penemuan sabu dalam jumlah besar di laut Masalembu menjadi titik penting dalam pemetaan jalur masuk narkoba melalui kawasan kepulauan.