“Dulu air biasanya sudah surut dalam sehari, sekarang dua hari lewat masih tersisa genangan. Saya tidak menuduh langsung bangunan itu penyebabnya, tapi mungkin karena tidak ada lagi tempat bagi air untuk mengalir ke tanah,” ujar warga tersebut pada Minggu (18/5).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Arif Susanto, membenarkan bahwa kawasan tempat berdirinya Hotel Myze memang termasuk dalam wilayah yang dirancang sebagai zona resapan air.

“Wilayah dari Hotel Myze ke arah timur hingga ke area permukiman memang merupakan kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai resapan,” jelas Arif.

Namun saat diminta tanggapan soal pendirian BHC yang terletak di lahan pertanian dan dekat sempadan sungai, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.