Menurut Anwar, setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu pendekatan pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing desa. Pemerintah desa diharapkan memiliki peran aktif dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Kemajuan desa mandiri tidak hanya diukur dari aspek infrastruktur, tetapi juga dari kualitas tata kelola, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal. Semua elemen ini harus bergerak bersama untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.

Dengan semakin banyaknya desa mandiri, diharapkan masyarakat desa dapat menikmati akses optimal terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, serta fasilitas umum lainnya.

“Desa yang kuat merupakan dasar bagi kemajuan sebuah daerah. Desa kini bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek yang menentukan arah pembangunan itu sendiri,” tegas Anwar.

Ia juga menyebut, bahwa kesuksesan Desa Sapeken dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam upaya mencapai kemandirian. Inovasi dan kemandirian ekonomi adalah kunci penting bagi perkembangan desa yang berkelanjutan.