Peningkatan akses terhadap pelayanan publik menjadi prioritas utama. Dengan adanya sarana transportasi yang memadai, warga dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, pendidikan, serta administrasi pemerintahan.
Anwar menambahkan, pencapaian Desa Sapeken dan Desa Lobuk seharusnya dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa lainnya di Sumenep. Setiap desa memiliki potensi untuk mandiri jika dikelola dengan baik, dengan penguatan layanan publik sebagai kunci.
Ia juga menyebutkan, di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Sumenep" class="inline-tag-link">DPMD Sumenep terus melakukan pembinaan dan pendampingan desa melalui pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Perubahan status desa berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pada tahun 2016, Sumenep masih memiliki 10 desa yang tergolong sangat tertinggal dan 124 desa tertinggal.
Pada saat itu, hanya ada 10 desa yang dianggap maju, dan belum ada desa yang berstatus mandiri. Sebagian besar desa, yaitu 186 desa, berada dalam kategori desa berkembang.