“Pelaksanaan festival semacam ini harus dikelola secara terarah dan profesional, karena memiliki peran strategis dalam membangkitkan ekonomi lokal serta memperkuat karakter budaya daerah,” tambahnya.
Gelaran tahun ini diramaikan dengan berbagai pertunjukan khas Madura seperti tarian tradisional, musik tongtong, hingga dentingan saronen yang menjadi pengiring utama parade kuda.
Jumlah peserta kuda tahun ini bahkan melampaui ekspektasi, dengan total 75 ekor ikut ambil bagian dari yang sebelumnya ditargetkan hanya 60.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fauzi juga mengajak para pemilik Jaran Serek untuk terus menciptakan inovasi agar pertunjukan ini tetap menarik dan tidak kehilangan relevansi di mata generasi sekarang.
“Kita tahu bahwa selera masyarakat terhadap hiburan dan budaya terus berubah. Karena itu, Jaran Serek perlu dikemas lebih kreatif namun tetap menjunjung tinggi nilai tradisi. Pemerintah daerah akan selalu mendukung langkah-langkah semacam itu sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan yang progresif,” ungkapnya.