SUMENEP, MaduraPost - Program wirausaha santri terus berlanjut di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp799.200.000 tahun ini, yang akan digunakan untuk berbagai program pelatihan.

Program tersebut mencakup pelatihan dalam pembuatan tepung ikan, usaha angkringan, pembatikan, ecoprint, dan diving. Jumlah peserta dalam setiap kegiatan pelatihan bervariasi, mulai dari 20 hingga 35 orang, dengan melibatkan instruktur dan tenaga pendamping.

Program ini tersebar di berbagai wilayah daratan dan kepulauan, seperti Pulau Gili Labak, Ponpes Aqidah Usymuni di Tarate, Ponpes Al Ittihad Lembung Timur di Lenteng, Pondok Pesantren Sabilun Najah di Kecamatan Rubaru, dan Pulau Sapeken di Kecamatan Sapeken.

Kepala sumenep" class="inline-tag-link">Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan mengungkapkan, bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memberdayakan wirausaha santri.