Di sisi lain, tenaga medis juga mendapat pembekalan dalam seminar khusus yang melibatkan 30 dokter dan 70 perawat dari berbagai fasilitas kesehatan se-Kabupaten Sumenep.

Topik yang dibahas meliputi penanganan kasus fraktur ekstremitas atas dan bawah, amputasi karena trauma, kegawatdaruratan tulang belakang, hingga teknik operasional tatalaksana cedera ortopedi di lapangan.

Tidak hanya sebatas teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan praktis (workshop) yang membekali peserta dengan keahlian langsung. Di antaranya teknik pemasangan bidai (splinting), pembalutan luka (bandaging), imobilisasi tulang belakang, serta penanganan cedera olahraga di fasilitas layanan primer.

Sementara itu, Ketua Umum IOA, Prof. Ismail Hadisoebroto Dilogo menegaskan, bahwa program ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperluas jangkauan layanan ortopedi ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau secara maksimal.

“Kami ingin masyarakat di daerah seperti Sumenep merasakan langsung manfaat dari layanan ortopedi yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kesiapan para tenaga kesehatan setempat dalam menangani kasus-kasus ortopedi,” ujarnya.