SUMENEP, MaduraPost - Kasus semrawut pergantian kWh meter di tambak milik Jailani, warga Kecamatan Dungkek, Sumenep, kini berbuntut panjang.
Tidak hanya menimbulkan keresahan warga, insiden ini juga menuai kecaman tajam dari kalangan aktivis muda. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU), Moh. Syauqi, melontarkan kritik pedas terhadap kekacauan administrasi di tubuh PLN.
Saat diwawancarai pada Senin (28/4/2025), Syauqi menyebutkan bahwa apa yang terjadi mencerminkan seolah-olah PLN memiliki "aturan administrasi versi mereka sendiri".
"Barangkali di PLN, surat kuasa tanpa mencantumkan tanggal dianggap sah. Bisa jadi, di sana, prosedur yang berlaku adalah mengganti meteran dulu, baru mencari-cari laporan belakangan," katanya dengan nada menyentil, Senin (28/4).
Syauqi juga menyoroti lambannya respons PLN dalam menangani persoalan ini. Ia membandingkan dengan perlakuan PLN terhadap pelanggan yang terlambat membayar.