Ia menyebutnya sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar dalam membentuk budaya menabung yang sehat dan islami di kalangan generasi muda.

“Kita tidak cukup hanya membekali anak-anak dengan kecerdasan akademis. Mereka juga perlu dibimbing agar cakap dalam mengelola keuangan sejak dini. Inilah tujuan utama dari BBS Sekolah,” ujar Bupati Fauzi, Rabu (23/4) pagi.

Bupati Fauzi juga menyoroti tantangan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan tabungan pelajar di sekolah, yang menurutnya sering kali tidak memiliki sistem yang tertata dan rentan penyimpangan. Ia melihat aplikasi ini sebagai solusi modern dan terpercaya.

BPRS Bhakti Sumekar menjawab kebutuhan itu dengan pendekatan yang lebih canggih dan aman. Orang tua kini bisa langsung memantau simpanan anak-anaknya. Semua serba transparan, terjamin keamanannya, dan tentu saja sesuai prinsip syariah,” tegasnya.