Senada dengan Bupati, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menjelaskan bahwa BBS Sekolah dikembangkan tidak hanya sebagai instrumen teknologi finansial, namun juga sebagai alat edukasi yang sejalan dengan kebijakan nasional, yakni program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dari OJK.

Melalui pemanfaatan sistem QRIS dan platform digital, siswa dari tingkat dasar hingga menengah kini memiliki akses terhadap rekening tabungan pribadi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

“Kami tidak hanya ingin memudahkan proses menabung, tetapi juga mendidik. Generasi masa depan harus memahami bukan hanya bagaimana menyimpan uang, tetapi juga pentingnya tanggung jawab dan etika dalam penggunaan uang sesuai syariat Islam,” jelas Fajar.

Ia juga menambahkan, bahwa aplikasi ini mampu mengubah peran sekolah dari sekadar tempat menabung menjadi mitra aktif dalam membentuk kecerdasan finansial pelajar.

Peluncuran BBS Sekolah menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk tidak tertinggal dalam era digitalisasi, khususnya di sektor pendidikan dan ekonomi syariah.