Menurutnya, pemahaman tentang keris akan membantu mereka mengerti mengapa Sumenep dijuluki sebagai keris" class="inline-tag-link">Kota Keris, sebuah identitas yang melekat pada kabupaten paling timur di Pulau Madura ini.

Bupati Fauzi juga menekankan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan sejak dini agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

"Saya sudah meminta Disbudporapar untuk memastikan anak-anak SD tahu alasan Sumenep disebut keris" class="inline-tag-link">Kota Keris. Kalau bisa, harus ada buku yang dapat mereka baca, sehingga setidaknya mereka mengenal satu atau dua jenis keris serta sejarahnya," tambahnya.

Gagasan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Agus Dwi Saputra. Menurutnya, membangun karakter dan menanamkan wawasan sejarah sejak usia dini merupakan langkah penting untuk menjaga identitas budaya.