"Ini penting agar anak-anak kita tidak kehilangan pemahaman tentang sejarah daerahnya dan tetap tahu mengapa Sumenep dijuluki keris" class="inline-tag-link">Kota Keris," ujarnya.

Agus juga menegaskan kesiapan Sumenep" class="inline-tag-link">Disdik Sumenep dalam mendukung inisiatif tersebut dan menjadikan buku keris sebagai bagian dari bahan literasi bagi siswa SD.

"Jika buku ini diterbitkan, kami berharap bisa diaplikasikan dengan baik di sekolah-sekolah, sehingga para siswa dapat memahami sejarah dan makna di balik julukan keris" class="inline-tag-link">Kota Keris bagi Sumenep," tandasnya.***