Bupati Fauzi berharap buku ini bisa menjadi media edukasi yang menarik, sehingga anak-anak tidak hanya mengenal istilah 'Kota Keris' tetapi juga memahami sejarahnya.

“Saya sudah instruksikan Disbudporapar agar anak-anak SD tahu mengapa Sumenep disebut sebagai Kota Keris. Kalau bisa, harus ada buku yang dapat mereka baca, sehingga paling tidak mereka paham satu atau dua jenis keris berikut sejarahnya,” tambahnya.

Dengan adanya buku ini, Bupati Fauzi berharap seni dan budaya khas Sumenep tidak tergerus oleh zaman.

Ia menekankan, bahwa pengenalan sejarah dan budaya kepada generasi muda merupakan langkah penting untuk menjaga identitas daerah.