Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menyebut bahwa bus Damri di Kepulauan Kangean tidak berguna dan hanya sekadar proyek seremonial tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.
"Cuma Heboh-heboh Seremonial, Abis Itu Nongol, Rame Bentar Buat Coba-coba, Abis itu Anyep. Tapi Nasi Sudah Menjadi Bubur. Bus Udah Hadir Di Kangean. Daripada Bantuan Ini Makin Gak Guna dan Jadi Candi, Mending Ramaikan Sekalian Yuk. Udah Buka Trayek dari Pelabuhan Betogulok sampai Kajuaro," tulis akun tersebut, seperti dikutip MaduraPost pada Jumat, (7/2).
Selain itu, akun @Kangeanesia juga mengunggah ulang pernyataan dari akun @MahasiswaKangean, yang mengusulkan agar bus tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas di bulan Ramadhan, seperti ngabuburit bersama.
Bahkan, mereka menyarankan agar bus digunakan untuk berbagai keperluan lain jika memang tidak bisa dijual atau ditukar dengan kendaraan lain yang lebih berguna.