“Kasus bandar narkoba di Kecamatan Dungkek hanya sebagian kecil saja. Polres lamban sekali menanganinya,” ujar Masdawi, saat dikonfirmasi MaduraPost, Selasa (28/1) siang.
Ia juga mempertanyakan mengapa hanya beberapa kasus narkoba yang dirilis oleh Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep, sementara kasus lainnya, termasuk yang melibatkan Riyanto, tidak terungkap secara menyeluruh.
"Tiga orang berpesta narkoba, tapi satu hilang. Kenapa bandarnya sulit ditangkap?" tambah Masdawi.
Masdawi menekankan, Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep harus lebih serius dalam menangani kasus narkoba dan tidak hanya menangani kasus-kasus kecil.