“Dari total 40 peserta, kita bagi 20 di hari pertama dan 20 di hari kedua. Ini untuk memastikan pelaksanaan lebih efektif dan tidak berlangsung hingga dini hari,” jelasnya.
Hal serupa juga diterapkan pada pelaksanaan event lain, seperti Jaran Serek. Menurut Iksan, komunikasi antara pemilik Jaran Serek, paguyuban, dan Disbudporapar harus lebih terbuka agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Transparansi sangat penting, terutama soal anggaran. Namun, terkadang pelaksana tidak menyampaikan segala sesuatu secara terbuka kepada peserta. Ini yang menjadi perhatian kami agar tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Iksan menekankan, bahwa dari 110 event yang direncanakan, fokus utamanya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).