SUMENEP, MaduraPost – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep menyiapkan strategi baru dalam pelaksanaan 110 event sepanjang tahun ini.

Kepala sumenep" class="inline-tag-link">Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan menyebut, bahwa pelaksanaan kegiatan bersifat pentahelix, melibatkan masyarakat, komunitas, dan kelompok-kelompok sebagai penggerak utama.

Langkah ini diambil sesuai arahan Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk memastikan setiap event berdampak pada geliat ekonomi masyarakat.

“Kita melibatkan banyak pihak untuk bersama-sama menyukseskan event ini. Jika ada masalah, kita evaluasi bersama, seperti yang terjadi pada Festival Tongtong. Masalah penundaan, lokasi, hingga pelaksanaan yang molor menjadi pembelajaran bagi kita,” ujar Iksan pada MaduraPost, Jumat (24/1).

Salah satu langkah evaluasi yang dilakukan adalah membagi peserta Festival Tongtong menjadi dua sesi.