“Kami berulang kali interupsi agar tata tertib konferensi disesuaikan dengan PO, namun pimpinan sidang tidak menanggapi. Akibatnya, beberapa kader yang seharusnya bisa mencalonkan diri terhambat karena keputusan sepihak Abdussalam dan Zulkarnain Mahmud,” lanjut Fawaid.

Ia menduga bahwa keputusan tersebut sengaja dibuat untuk memuluskan langkah Qumri Rahman, Ketua PC GP Ansor Sumenep periode 2020-2024, agar terpilih kembali untuk periode 2024-2028.

Fawaid juga menilai, upaya aklamasi untuk Qumri Rahman sudah terlihat sejak Pra Konferensi yang digelar pada 12 Oktober 2024, di Aula Kantor Kemenag Sumenep, di mana draf tata tertib juga mencantumkan syarat dukungan minimal 10 PAC dan 75 Ranting.

"Protes kami pada saat itu juga diabaikan, sehingga kami kembali menyuarakan keberatan dalam konferensi," ungkapnya.

Fawaid menerangkan, meski banyak peserta walk out karena ketidakpuasan mereka, konferensi tetap dilanjutkan dan Qumri Rahman akhirnya terpilih secara aklamasi.