Hal ini dilaporkan dalam berita berjudul, "Surat Salah Alamat dan Tanda Tangan Kosong, MaduraPost Tolak Holding Statement BTN."

Skandal ini semakin berkembang, terutama setelah laporan bahwa BTN sedang dicari oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terkait dugaan kenaikan suku bunga kredit secara sepihak dan ketidakjelasan dari kantor cabang BTN.

Berbagai laporan lain muncul, termasuk berita tentang surat bodong dan kebohongan yang diduga dilakukan oleh BTN+Sumenep" class="inline-tag-link">KCP BTN+Sumenep" class="inline-tag-link">BTN Sumenep.

Pada tanggal 9 September 2024, sebuah email dari mediarelationsbbtn@gmail.com dikirim ke redaksi MaduraPost, meminta untuk menurunkan berita terkait skandal ini.