Namun, MaduraPost justru menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk ancaman, dan menantang BTN untuk menghadapi proses hukum.

Hingga kini, skandal ini belum menemukan titik terang. Saham BTN juga dilaporkan anjlok, dengan isu layanan buruk dan dugaan manipulasi yang terus membayangi bank tersebut.

Terbaru, Humas PT BTN (PERSERO) Tbk, Rakhmat Baihaqi, mengaku tidak memiliki kapasitas penuh untuk menjawab konfirmasi wartawan.

Dia hanya meminta untuk mengirimkan sejumlah pertanyaan awak media yang nantinya akan ditembusi kepada atasannya.

Upaya konfirmasi awak media pada Selasa (10/9/2024) siang melalui sambungan telepon aplikasi perpesanan WhatsApp, nyatanya tetap diminta untuk men-takedown pemberitaan.