Namun, pernyataan yang ditunggu-tunggu justru diterbitkan di berbagai media lain, baik lokal maupun nasional.
Hal ini menimbulkan kecurigaan dari pihak MaduraPost dan tiga media lain yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Mereka mencurigai adanya manipulasi dari manajemen BTN, sehingga pada 5 September 2024, MaduraPost menerbitkan berita dengan judul, "Dugaan Skandal Takut Bocor, BTN Cabang Bangkalan Berdalih Ada Miskomunikasi."
Beberapa hari kemudian, sebuah email dengan alamat ramdhan.pratama86@gmail.com dikirim ke redaksi MaduraPost, berisi holding statement dalam bentuk PDF.
Namun, surat tersebut dianggap rancu dan menimbulkan kebingungan. MaduraPost kemudian menolak menerima pernyataan tersebut, karena berbagai kejanggalan yang ditemukan.