Dia menilai, dari kasus ini tentu akan terjerat dua undang-undang. Pertama, undang-undang korupsi. Kedua, undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang
Buku (TPPU).
Tetapi, kata Zamrud, dalam mengungkap kasus di TPPU tersebut sedikit rumit dibandingkan kasus korupsi. Sebab, kasus ini dapat dikatakan memperkaya orang lain.
Baca Juga:KPU Sumenep Tetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2024, Ini Dia Daftarnya!
"Dari uang yang diterima itu justru memperkaya pihak-pihak lain," tegas Zamrud.
Analisa Zamrud lebih mengerucut bahwa KCP Sumenep" class="inline-tag-link">BNI Sumenep diduga kuat telah menjadi penjahat perbankan yang dilakukan berulang kali.