Dalam program ini, anggaran atau investasi yang digelontorkan JAECA untuk pemerintah Indonesia sebesar Rp900 miliar.

"Ini menjadi bantuan Jepang untuk Indonesia dalam bentuk bantuan lunak atau pinjaman lunak jangka panjang antara 25 sampai 40 tahun,” kata Arif dalam keterangannya belum lama ini, Senin (5/3).

Pihaknya menjelaskan, program ini nantinya akan fokus dalam hal menangani sampah plastik atau sampah yang tidak dapat di daur ulang, dan pengelolaan air laut menjadi air tawar atau air mineral.

Kemudian, hasil dari pengelolaan dari limbah plastik tersebut nantinya akan diubah menjadi karbon aktif yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan wallpaper, penyaring filter AC dan baterai mobil listrik.